KETAHUI CARA KERJA MESIN CUCI, JANGAN ASAL TAU PAKAI SAJA

Opening

Mencuci pakaian adalah kegiatan rutin yang dilakukan oleh setiap orang. Ketika pakaian kamu terlihat kotor, kamu akan merasa tidak nyaman dan ingin mencuci pakaian tersebut hingga bersih bukan? Tapi rutinitas seperti bekerja, belajar, bahkan mengurus anak kecil kadang kala membuat kamu kewalahan untuk menyelesaikan salah satu pekerjaan ini. Maka kamu harus mencoba mencuci dengan mesin cuci. Mesin cuci akan menyelesaikan masalah pakaian kotor di rumah dengan otomatis dan waktu yang singkat sehingga kamu tidak perlu khawatir lagi dengan urusan urusan lain yang harus kamu kerjakan. Kamu hanya perlu memiliki sebuah mesin cuci untuk menjadi lebih leluasa melakukan segalanya tanpa harus memikirkan pakaian kotor di rumahmu.


Sumber: Youtube.com
Selain memiliki sebuah mesin cuci, hal yang harus kamu ketahui adalah cara kerja dari mesin cuci. Mengapa kamu harus mengetahui cara kerja dari mesin cuci? Banyak hal yang dapat kamu dapat apabila kamu menyadari cara kerja dari mesin cuci seperti efisiensi daya listrik untuk mengoperasikan mesin cuci, efisiensi penggunaan air, efisiensi penggunaan deterjen, dan tentu saja menjaga mesin cuci kamu tetap awet meski kamu sering menggunakannya. Kamu tidak mau jika setelah kamu memiliki mesin cuci tapi cepat rusak, bukan? Yap.. semua orang tentu saja tidak menginginkan hal tersebut.

Sebelum kamu mempelajari step by step dari cara kerja mesin cuci, akan sangat baik terlebih bila kamu mengetahui komponen-komponen utama dari mesin cuci.

  1. Motor penggerak
  2. Pulley
  3. Belt
  4. Wadah
  5. Tombol/knop mesin

Kelima komponen itu adalah komponen utama yang sangat menunjang pengetahuan kamu tentang cara kerja dari mesin cuci. Adapun fungsi dari komponen komponen tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Motor Penggerak yaitu berfungsi sebagai motor yang menggerakkan mekanisme mesin cuci. Energi listrik yang kamu alirkan dari stop kontak melalui kabel fitting akan mengalirkan listrik ke dalam motor penggerak untuk menjalankan semua komponen mekanis mesin cuci.
  2. Pulley yaitu berfungsi untuk mereduksi beban torsi yang harus digerakkan oleh motor penggerak, untuk itu peran pulley terhadap mesin HVAC cukup penting.
  3. Belt yaitu sabuk yang menghubungkan pulley dan motor penggerak menjadi satu buah mekanisme penggerak mesin cuci.
  4. Wadah pada mesin cuci sangat berpengaruh pada beban torsi yang harus diputar oleh pulley dan juga motor penggerak mesin cuci tersebut karena semakin besar wadahnya maka semakin besar beban torsinya dan motor penggerak juga harus menggerakannya.
  5. Tombol atau knop mesin cuci adalah perangkat yang dipasang pada mesin untuk mengatur sistem pencucian, lama waktu pencucian dan sebagainya. Beberapa mesin cuci menggunakan sistem tombol dan knop yang berbeda beda satu sama lain namun fungsinya sama yaitu mengatur sistem pencucian pakaian.

 

Cara Kerja Pada Program Mesin Cuci

Program yang ada pada sebuah mesin cuci harus disetel sesuai dengan kebutuhan kamu saat mencuci. Pada umumnya di setiap mesin cuci ada beberapa tombola tau knop yang berfungsi untuk mengatur valve pembuangan air kotor, kecepatan putaran drum, waktu pencucian, mode pengeringan, dan ada juga yang melengkapinya dengan tombol start and stop. Kamu harus melakukan penyetelan program ini sebelum mencuci dengan mesin cuci oleh karena itu kamu harus memahami cara kerja mesin cuci dan berikut ini adalah tahapan tahapannya:

Gambar 1 Mesin Cuci Dimasukkan Pakaian

  1. Pertama adalah kamu memasukkan pakaian dan juga deterjen ke dalam drum mesin cuci dan mesin cuci sudah dalam kondisi “ready” karena sudah terhubung dengan aliran listrik dari stop kontak.
  2. Selain deterjen kamu juga harus memastikan air dalam drum pencucian sudah cukup untuk mencuci, kekurangan air pada saat mencuci dalam mesin dapat menyebabkan pakaian menjadi kusut dan rusak.

 

Gambar 2 Mesin Di Setel Program

 

  1. Kemudian Kamu mulai mengatur setting program pada mesin cuci, seperti yang sudah dijabarkan sebelumnya bahwa program pencucian ini akan berpengaruh pada kerja mesin cuci sehingga bila kamu tidak menyetelnya dengan benar maka pakaian yang kamu cuci bisa menjadi rusak.
  2. Saat kamu telah selesai melakukan pengaturan setting progam kemudian, komponen electrical controller pada mesin cuci akan memberikan perintah pada setiap komponen mekanikal pada mesin cuci untuk melakukan program kerja sesuai penyetelan progam.
  3. Beberapa produk mesin cuci menggunakan knop atau tombol “timer” untuk mengatur lamanya proses pencucian sebagai “start button” namun ada juga yang menggunakan tombol “start and finish button” sendiri untuk memberi perintah pada electrical controller pada mesin cuci.
  4. Electrical controller pada mesin cuci akan mengirimkan perintah pada motor penggerak yang berperan sebagai actuator pada mesin cuci untuk berputar dengan kecepatan putaran sesuai program dan selanjutnya mesin berputar. Untuk putaran dari mesin cuci sendiri gerakannya akan berganti secara selang seling, jika pada saat mulai putaran mesin ke kanan maka setelah beberapa saat kemudian putaran mesin akan berubah ke kiri. Perbedaan putaran mesin bertujuan untuk mencegah pakaian menjadi terlilit satu sama lain dengan pakaian lain di dalam drum pencucian.

 

Gambar 3 Motor menggerakkan Pulley

 

  1. Gerakan dari motor penggerak tidak langsung dari motor ke drum pencucian. Gerakan putaran pada drum pencucian ditransmisikan menggunakan sebuah belt penghubung antara motor penggerak dengan pulley yang ada pada drum pencuci.
  2. Selanjutnya ketika proses pencucian selesain, mesin cuci akan mati secara otomatis karena memang mengikuti program yang dikirimkan dari electrical controller mesin cuci.

Gambar 4 Mesin Cuci Membuang Air Kotor

 

  1. Kamu harus mengeluarkan air bekas cucian dari dalam mesin, tombol atau knop untuk mengeluarkan air bekas cucian ini biasanya diberi lambing tulisan “dry”. Saat kamu menekan tombol atau menggerakan knop ke arah posisi “dry” maka valve pembuangan air akan terbuka sehingga air keluar dari dalam mesin cuci. Saat air sudah keluar seluruhnya, kamu harus pindahkan knop dari posisi “dry” ke posisi “wash” agar valve pembuangan air tertutup. Jadi kamu bisa mengisi mesin cuci dengan air bersih untuk melakukan tahapan pencucian kedua yaitu pembilasan.
  2. Saat semua proses pencucian dari mulai pencucian dengan deterjen dan juga proses pembilasan dengan air bersih telah kamu lakukan, pakaian basah yang sudah kamu cuci harus dikeringkan. Dengan cara melakukan penyetelan kembali program pada mesin cuci menjadi program pengeringan.

 

 

Gambar 5 Mesin Melakukan Pengeringan Pakaian

 

  1. Program pengeringan yang sudah kamu masukan akan diproses oleh electrical controller mesin cuci untuk memberikan perintah pada mesin cuci kepada seluruh komponen mekanikal mesin.
  2. Program pengeringan berbeda dengan program pencucian, motor penggerak akan berputar dalam satu arah putaran dan biasanya arahnya searah jarum jam. Putaran yang terjadi pada drum tempat pengeringan membuat air yang ada pada pakaian terekstraksi atau terpisah dari pakaian akibat terkena gaya reaksi dari putaran mesin cuci sehingga pakaian menjadi lebih kering sedikit agak lembab.
  3. Selanjutnya air dari proses pengeringan akan terbuang secara otomatis karena selain memberikan perintah pada motor penggerak mesin, electrical controller juga memberikan perintah pada valve untuk terbuka sehingga air bekas pengeringan langsung terbuang.
  4. Ketika putaran mesin saat proses pengeringan benar benar telah berhenti kamu bisa mengambil pakaianmu dari mesin cuci untuk dijemur hingga benar benar kering.

Program kerja dari mesin cuci yang sudah dijabarkan ini biasanya dilakukan beberapa kali untuk memastikan pakaian benar benar bersih. Factor deterjen juga sangat berpengaruh pada hasil pencucian oleh karena itu penggunaan deterjen harus benar dan sesuai takarannya.

 

#Closing

Demikian artikel tentang cara kerja dan nama nama komponen pada mesin cuci, dengan mengetahui fungsi dan nama komponen pada mesin ini dapat membantu kamu untuk mempelajari tentang mesin cuci. Perlu diingat bahwa setiap mesin cuci memiliki pengaturan dan posisi tombol yang berbeda beda oleh karena itu sebelum kamu membeli jangan lupa untuk memperhatikan dan mempelajari mesin cuci yang kamu beli dan kamu harus mencocokan dengan posisi saat di rumah karena untuk menunjang kerja dari setiap mesin, faktor penempatan posisi dari mesin tersebut dapat berpengaruh pada kinerja mesin tersebut. Dengan mengikuti buku panduan dari produsen mesin cuci kamu dan juga anjuran penggunaan deterjen yang sesuai dengan ukuran jumlah pakaian dan air yang digunakan dalam proses pencucian pakaian kamu akan mendapatkan hasil pencucian pakaian yang optimal bersihnya. Semoga artikel ini bermanfaat ya.